10 Peninggalan Peradaban Romawi Kuno

10 Bangunan Menakjubkan Peninggalan Romawi Kuno

1. Tiang Marcus Aurelius

 

 

             Tiang Marcus Aurelius sebenarnya tidak dibangun oleh kaisar Marcus Aurelius, melainkan oleh putranya Commodus, sekitar tahun 180-190 M. Commodus ingin mengabadikan kemenangan ayahnya dalam perang melawan suku Marcommani di utara Romawi (Swiss modern). Tiang Marcus Aurelius mirip dengan Tiang Trajanus, tapi reliefnya lebih detail dan pengambarannya lebih dalam dan kejam. Selain itu Marcus Aurelius tidak sesukses Trajanus dalam perangnya, jadi ada banyak adegan sedih dalam tiangnya. Di keseluruhan sisi tiang, digambarkan para tentara Romawi yang sedang berperang.

 

 

 

2. Istana Emas Nero

 

 

             Setelah terjadi Kebakaran Besar di kota Roma pada tahun 64 SM, banyak lahan-lahan yang menjadi kosong. Kaisar Nero memanfaatkan lahan-lahan kosong itu untuk membangun sebuah istana di pusat kota Roma. Dia menyebutnya Istana Emas (Domus Aurea). Istana Emas digambarkan oleh Suetonius dalam tulisannya. Kini reruntuhan Istana Emas sudah berhasil digali.

Istana Emas adalah bangunan yang sangat mewah. Di dalamnya ada ruang makan berdinding delapan dengan atap berlukiskan bulan dan bintang. Atap itu dapat dibuka sehingga pemandangan lanngit dapat dilihat dari sana. Di depan Istana Emas, ada patung kaisar Nero yang dilapisi emas. Patung itu disebut Colossus.

 

 

 

 

3. Insulae

 

 

            Di kota-kota besar, banyak orang Romawi yang tinggal di bangunan apartemen yang disebut Insulae. Pada tahun 100-an M, ada hampir 50.000 bangunan apartemen di Roma, sementara rumah pribadi berjumlah kurang dari 2000. Pada awalnya insulae dibangun dari kayu dan terdiri dari tiga atau empat lantai. Di kemudian hari, karena kayu mudah terbakar, insulae pun dibangun dari batu bata.

 

4. Akuaduk


 

             Seiring kota-kota Romawi menjadi semakin besar, maka kebutuhan terhadap pasokan air pun bertambah. Saluran pembuangan dialirkan ke sungai sehingga sungai tidak layak untuk dijadikan sumber air oleh rakyat Romawi. Akhirnya pemerintah Romawi memutuskan untuk membangun saluran air dari batu yang sangat panjang dan digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat sampai ke kota. Bangunan ini disebut Akuaduk, dari kata aqua (air) dan ductus (saluran). Akuaduk pertama dibangun di kota Roma sebelum kemudian dibangun juga di kota-kota lain. Pada akhirnya, sebagian besar kota di Romawi punya setidaknya satu Akuaduk, sementara kota besar seperti Roma bisa punya sampai sepuluh Akuaduk.

 

5. Plengkung Titus

 

 

            Pelenngkung Titus dibangun di ujung Forum Romawi pada tahun 80-an M untuk mengenang kemenangan kaisar Titus dalam perang melawan kaum Yahudi di Israel. Pelengkung ini dibuat dari marmer dan travertin. Titus sebenarnya sudah meninggal ketika pelengkung ini dibuat. Adiknya, Domitianus, menjadi kaisar dan ia ingin kakaknya tetap diingat, jadi di bangunan itu ditulis nama Titus, yang huruf-hurufnya dibuat dari perunggu.

Bagian dalam pelengkung ini diukir dengan ukiran timbul. Ukirannya menggambarkan parade kemenangan Titus ketika kembali ke kota Roma. Diperlihatkan tentara Romawi membawa menorah (tempat lilin) besar milik orang Yahudi. Di sisi lainnya, digambarkan kaisar Titus menaiki kereta perang yang ditarik empat ekor kuda.

 

6. Pasar Trajanus

 

 

 

              Setelah dibuatnya Forum Julius Caesar dan Forum Augustus, para kaisar pada masa selanjutnya juga membuat perluasan dari Forum Romawi, untuk memberi lebih banya ruang untuk bisnis. Kaisar Trajanus membangun forum baru sekitar tahun 100 M.

Dalam forum, ada dua perpustakaan (satu untuk buku-buku Yunani dan satu untuk buku-buku Latin). Di antara dua perpustakaan itu, berdiri Tiang Trajanus. Di bagian belakang forum, dibangun pula banyak toko yang menghadap bukit. Apollodoros, arstitek Romawi, membuat suatu inovasi dalam kompleks pertokoan ini. Dia membangun suatu mal (pusat perbelanjaan) yang megah.

 Apollodoros membangun mal Trajanus dari bata dan beton, seperti istana Domitianus yang dibangun beberapa tahun sebelumnya. Batu bata itu ditutupi dengan marmer dan plesteran. Beberapa toko berada di luar, menghadap jalan yang telah dilapisi batu hampar basalm, seperti trotoar zaman sekarang. Sementara beberapa toko lainnya ada di dalam bangunan mal, yang terdiri dari dua lantai dengan ruangan yang sangat luas.

 

7. Kuil Kastor dan Pollux

 

 

            Kuil Kastor dan Pollux ada di ujung Forum Romawi, di dekat Pelengkung Septimius Severus. Dalam pertempuran Danau Regillus melawan pasukan Etruska pada 496 SM, beberapa prajurit berkata bahwa mereka telah melihat dua dewa kembar Kastor dan Pollux. Kedua dewa itu membantu pasukan Romawi. Setelah menang dalam pertempuran itu, rakyat Romawi memutuskan untuk membangun sebuah kuil untuk kedua dewa itu. Kuil itu selesai dibangun pada tahun 494 SM pada awal masa Republik. Kuil itu dipugar lagi pada tahun 117 SM dan 73 SM.

Pada akhirnya Kuil Kastor dan Pollux mengalami kebakaran dan hancur. Pada tahun 6 SM, kaisar Tiberius membangunnya lagi dengan arsitektur bergaya Korinthos. Kuil itu dipakai sebagai tempat penyimpanan harta kekaisaran. Setelah Romawi runtuh, banyak bagian dari kuil itu diambil untuk dipakai pada bangunan lain hingga tinggal tiga tiang saja yang tersisa. Ketiganya runtuh saat terjadi gempa bumi. Kini ketiga tiang itu sudah dipugar kembali.

 

8. Basilika Maxentius

 

 

            Basilika Maxentius adalah bangunan terakhir yang dibangun di Forum Romawi sebelum kejatuhan Romawi. Basilika ini dibangun oleh kaisar Maxentius pada awal tahun 300-an M, dan merupakan tempat pertemuan yang besar. Di sana para pejabat melakukan pengadilan atau mengadakan musyawarah. Basilika ini memiliki dinding dan atap berkubah yang dibangun dari batu bata dan beton.

Maxentius dibunuh oleh Konstantinus dalam Pertempuran Jembatan Milvianus pada 312 M, sementara basilika belum selesai. Pembangunan basilika kemudian diambil alih oleh Konstantinus. Maxentius dulunya merencanakan bahwa orang-orang akan memasuki basilika melalui sisi panjangnya, tapi Konstantinus kemudian memutuskan bahwa orang-orang akan memasuki basilika dari sisi pendeknya. Konstantinus juga menaruh patung besar dirinya di dinding ujung, berseberangan dengan pintu masuk, jadi orang yang masuk akan langsung melihat patungnya.

Pada tahun 800-an M, Basilika Maxentius rusak diguncang gempa bumi.

 

 

 

 

9. Tiang Trajanus

 

 

 

             Tiang Trajanus dibangun tidak lama setelah tahun 100 M untuk mengabadikan kemenangan Trajanus dalam perang melawan Dacia (Rumania modern). Tiang Trajanus berdiri di Forum Trajanus di kota Roma, di dekat Pasar Trajanus dan Forum Roma lama. Tiang ini seluruhnya diukir dengan ukiran yang menggambarkan para prajurit yang sedang bertempur. Diperlihatkan tentara Romawi yang menyeberangi sungai Danube menggunakan perahu dengan dayung. Para tentara Romawi dalam ukiran ini digambarkan sebagai pasukan yang kuat, tangguh, dan disiplin, dan Trajanus adalah jenderal yang hebat, sedangkan pasukan Dacia digambarkan kacau, acak-acakan, dan kebingungan.

 

10. Pemandian Umum Caracalla

 

 

 

 Kaisar Romawi sering membangun tempat pemandian umum supaya rakyat Romawi dapat bersantai. Pemandian terbesar dibangun oleh kaisar Caracalla sekitar tahun 200 M. Pemandian ini memiliki halaman dengan banyak kamar ganti. Halaman ini berfungsi untuk berolahraga. Halaman semacam ini ada dua, masing-masing ada tiap ujung pemandian. Dindingnya dilapisi marmer dan plesteran dan dihiasi mosaik. Di bagian atasnya ada balkon.

  Di balik halaman, ada bak air hangat, disebut tepidarium. Di atasnya ada atap kubah. Di dekatnya ada bak air panas, disebut caldarium. Bak itu dipanaskan dengan batu bara, dan para budak dipekerjakan untuk memasukkan batu baranya. Di sebelahnya ada bak air dingin, disebut frigidarium atau natatorium. Bak ini berukuran besar dan dapat dipakai sebagai tempat berenang. Pada bagian dasarnya, kolam renang ini memiliki hiasan mosaik bergambar beragam makhluk laut. Untuk mendukung pemandian ini, kasiar Carcalla membangun akuaduk khusus yang menyalurkan air ke tempat pemandian ini.

 

Sumber: http://id.wikibooks.org

 

Agama Romawi Kuno

AGAMA ROMAWI KUNO

 

  1. 1.      Sejarah dan Perkembangan Romawi Kuno

Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Sejarah berdirinya Kota Roma yang yang terletak di Lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus. 

Roma didirikan oleh dua orang kakak beradik, Romulus dan Remus, cucu raja Numitor. Saudara raja yang jahat, Amulius, memasukan kedua bersaudara yang masih bayi itu kesebuah keranjang lalu dibuang ke sungai Tiber. Tetapi mereka diselamatkan dan disusui oleh serigala betina. Mereka mendirikan Roma. Namun keduanya bertikai dan Remus terbunuh. Romulus kemudian menjadi raja yang pertama. Roma berhasil menundukkan bangsa-bangsa yang tinggal disekitarnya, baik dengan jalan kekerasan maupun jalan damai. Hingga akhirnya Roma berhasil menguasai seluruh Italia Tengah. 

Sebelumnya, sekitar tahun 492 SM, daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.

 

 

 

  1. a.      Periode Zaman Kerajaan (1000 – 510 SM)

Pada masa ini Semenanjung Apenina dihuni oleh bangsa pendatang dari Laut Kaspia sedangkan di bagian Selatan di huni oleh bangsa Funisia dan Yunani. Diantara mereka terjadi percampuran sehingga melahirkan bangsa Romawi.

Kota Roma didirikan menurut Vergilius dalam karyanya Aenens, kota Roma didirikan 1754 SM. Kota Roma didirikan oleh Romulus anak Aeneis dan Lavinia putri Latinus (Raja negeri Latinum) yang telah membunuh saudara kembarnya Remus.

Kerajaan Roma diperintah seorang raja yang merangkap sebagai panglima perang dan hakim tinggi. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja dibantu oleh Senat, yang terdiri 300 orang golongan patricier (bangsawan) dengan jabatannya seumur hidup dengan bertugas sebagai penasihat kerajaan. Roma menjadi negara Republik yang dikuasai kaum bangsawan (Aristokrasi).

 

  1. b.      Periode Zaman Republik (510 –31 SM)

Pada masa ini Roma berbentuk Republik yang pemerintahannya dijalankan oleh dua orang Konsul yang dipilih oleh rakyat yang bertugas mengendali pasukan, berhak menyatakan perang, menentukan jumlah pajak dan membuat aturan hukum. Kemudian dibentuk dewan yang terdiri :

1)      Senat, yaitu golongan bangsawan

2)      Dewan Perwakilan Rakyat, sebagian besar kaum bangsawan, hanya 4 orang golongan rakyat biasa. Dan 4 orang ini mempunyai Hak Veto. Sering terjadinya pertentangan antara mereka, sehingga golongan rakyat mengungsi ke pegunungan. Hal ini menyebabkan golongan bangsawan menderita. Akibatnya golongan rakyat dipanggil dan diadakan perundingan sehingga menghasilkan kesepakatan persamaan hak yang dituangkan dalam “Twaalftafelenwet” yaitu 12 meja batu undang-undang.

 

 

 

  1. c.       Periode Zaman Kekaisaran (31 SM – 476 M)

Pada periode ini, bentuk pemerintahan Romawi berubah menjadi monarkhi yang dipimpin oleh seorang kaisar. Kaisar-kaisar yang pernah memerintah adalah :

1)      Kaisar Octavianus dengan gelar Kaisar Agustus dan Princeps Civitas (warga tertinggi yang terpilih,yang adil dan bijaksana) adalah peletak dasar kekaisaran Romawi. Wilayahnya meliputi Afrika Utara, Asia Barat, dan sebagian besar Eropa.Kaisar Octavianus berkuasa hingga tahun 14 M. Hal penting yang ia wariskan adalah dimulainya penanggalan Masehi yang bertepatan dengan lahirnya Isa Al Masih.

2)      Kaisar Romawi berikutnya adalah Kaisar Nero (54-68 SM), Kaisar Nero terkenal sangat kejam dan membunuh para pemeluk agama Kristen.

3)      Kaisar Kaligula, terkenal kekejamannya

4)      Kaisar Vesvasianus (69-79 M), terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Yahudi di Palestina, sehingga bangsa Yahudi terusir dari negerinya dan menyebar ke penjuru dunia

5)      Kaisar Hardianus (117-138 M)

6)      Kaisar Konstantin Agung (306-337M)

7)      Kaisar Theodosius (378-395M).

 

Pada masa Theodosius Romawi dibagi menjadi dua, Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. Romawi Barat jatuh tahun 476 M. oleh Odoakar seorang panglima tentara sewaan Jerman, Romawi Timur jatuh tahun 1453 M. ke tangan Turki dan berubah menjadi Istambul.

Pada masa Gothik (100 – 1400 M), kebudayaan Romawi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Agama kristen. Agama Kristen atau Nasrani sebenarnya telah berkembang sejak zaman pemerintahan Tiberius. Agama ini disiarkan oleh Yesus (Isa) dari Nazareth, yang dilahirkan di Palestina. Agama Kristen ini berbeda dengan kepercayaan rakyat Romawi yang poltheis. Agama Nasrani memiliki kepercayaan monoteis. Dengan pertimbangan-pertimbangan politik dan kemanan negara, Tiberius menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus pada tahun 33 M. Tetapi kematian Yesus ini tidak berarti Agama Kristen lenyap dari kehidupan masyarakat Romawi.

Setelah Yesus atau Nabi Isa disalib dibukit Gologota, Agama Kristen berkembang sampai Mesir, Syria, Asia Kecil, dan ke Roma. Hampir selama tiga abad para pengikut Agama Kristen dalam ketakutan dan pengejaran oleh penguasa Roma. Pada tahun 395 SM. Agama Kristen ditetapkan sebagai agama negara. Dari masyarakat pemeluknya lambat laun timbul suatu bentuk kelompok kegerejaan yang disusun menurut organisasi-organisasi yang ada di Imperium Romanum (penguasa Roma). 

Periode Gothik, seni Kristen mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh perpindahan pemerintahan dari Konsatantinopel ke Byzantium. Kekaisaran romawi mengalami perpecahan menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat mengalami keruntuhan tahun 335 M. 

Ketika penguasa Roma masih memusuhi para pengikut Agama Kristen, di Roma sendiri secara sembuyi-sembunyi berkembang seni Katamba. Sejak saat itulah lahir seni Katakomba yang meruapakan tanda lahirnya seni kristen awal. Katakomba sendiri merupakan kuburan-kuburan bawah tanah. 

Ketika gereja mengalami kemerdekaan kembali pada abad ke-4, kemudian Agama Kristen dijadikan agama resmi, mulailah perkembangan seni banguan gereja. Pada masa itu, para arsitek membangun gereja dengan menggunakan konsep dasar seni bangunan Basilika bangsa Romawi, yaitu suatu bangunan untuk pertemuan-pertemuan umum berbentuk persegi panjang. Perkembangan selanjutnya adalah bagunan gereja dengan menara lonceng pada bad ke-6. Seperti gereja St.Andrea di Mantua dan gereja St.Novella di Feirence.

 

 

 

  1. A.     Kemajuan Kebudayaan Romawi Kuno

Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan Yunani dan Etrusia, tanpa ada unsur-unsur dari kebudayaan Romawi sendiri.

Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. 

Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.

Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.

Masyarakat Romawi selalu menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olah raga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan di atas, juga terdapat bangunan kuil untuk persemayam dewa.

Kuil-kuil berukuran besar, antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tiang-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.

Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Keahlian ini merupakan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium yang dilengkapi dengan altar.

Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Kegiatan melukis pada dinding-dinding rumah yang dilakukan oleh orang-orang Romawi ternyata meniru kebiasaan bangsa Yunani.

Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk kekaisaran dalam bidang seni, apabila pada masa republik pendukung seni budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak kaisar Agustus, seni budaya lebih cenderung menjadi seni kuno yang berkiblat pada Yunani. Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi terbiasa meninggalkan berupa bangunan monument sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara.

 

  1. B.     Peninggalan Peradaban Yunani Kuno
    1. Kuil Zeus yang didirikan di Olympia.
    2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (Syria)
    3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk gereja.
    4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM., merupakan bangunan yang berupa makam yang indah. Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai dengan berbagai ornamen yang indah.
    5. Teater di Pompeii, Solona, dan Asperados.
    6. Amphiteater, merupakan perpaduan dua buah teater yang dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua. 
    7. Thermen, Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair panah, berair hangat dan dingin.
    8. Insulae, bangunan apartemen (Insulae) yang terdapat di kota-kota besar. Pada awalnya insulae dibangun dari kayu dan terdiri dari tiga atau empat lantai. Kemudian, karena kayu mudah terbakar, insulae pun dibangun dari batu bata.
    9. Istana Emas Nero, Setelah terjadi Kebakaran Besar di kota Roma tahun 64 SM, banyak lahan-lahan yang menjadi kosong. Kaisar Nero memanfaatkan lahan-lahan kosong itu untuk membangun sebuah istana di pusat kota Roma. Dia menyebutnya Istana Emas (Domus Aurea). Istana Emas digambarkan oleh Suetonius dalam tulisannya. Kini reruntuhan Istana Emas sudah berhasil digali. Istana Emas adalah bangunan yang sangat mewah. Di dalamnya ada ruang makan berdinding delapan dengan atap berlukiskan bulan dan bintang. Di depan Istana Emas, ada patung kaisar Nero yang dilapisi emas (Colossus).
    10. Tiang Marcus Aurelius, Tiang dibangun oleh Commodus sekitar tahun 180-190 M. untuk mengabadikan kemenangan ayahnya, Kaisar Marcus Aurelius, dalam perang melawan suku Marcommani di utara Romawi (Swiss modern).
    11. Akuaduk, saluran air dari batu yang sangat panjang dan digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat sampai ke kota. Bangunan ini disebut Akuaduk, dari kata aqua (air) dan ductus (saluran).
    12. Plengkung Titus, dibangun di ujung Forum Romawi pada tahun 80-an M. untuk mengenang kemenangan kaisar Titus dalam perang melawan kaum Yahudi di Israel. Pelengkung ini dibuat dari marmer dan travertin.
    13. Basilika Maxentius, bangunan terakhir yang dibangun di Forum Romawi sebelum kejatuhan Romawi. Basilika ini dibangun oleh kaisar Maxentius pada awal tahun 300-an M, dan merupakan tempat pertemuan yang besar. Di sana para pejabat melakukan pengadilan atau mengadakan musyawarah. Basilika ini memiliki dinding dan atap berkubah yang dibangun dari batu bata dan beton.

 

  • Hasil Kebudayaan Romawi

1)      Nama-nama bulan:

a)      Januari = Jenus yaitu dewa bermuka dua,

b)      Februari = Februa yaitu pesta makan menyambut tahun baru dan angka-angka Romawi

c)      September = Septe yang berarti 7

d)     Oktober =Okto yang berarti 8.

e)      Pada jaman yulius Caesar urutan bulan diubah karena dia ingin memasukan namanya yaitu Juli = 7,

f)       Begitu juga masa Octavianus, Agustus = 8. Hal ini menyebabkan kacaulah urutan bulan.

2)      Organisasi Negara dan Kemiliteran, pendidikan, kesenian, filsafat ilmu pengetahuan, dan hukum (Codex Justinianus)

 

  1. 2.      Ajaran dan Praktek Keagamaan Romawi Kuno

Pada awalnya, Bangsa Romawi menganut paham animisme dengan menyembah terhadap roh-roh leluhur mereka. Sekarang kepercayaan mereka menjadi politeisme dengan menyembah banyak dewa. Mereka menjadikan setiap Tuhan sebagai maifestasi kehidupan dan wujud yang memiliki kekuatan di luar alam pikiran normal (supranatural). Para tuhan atau Dewa membantu orang-orang yang beribadah kepada mereka dengan bersembahyang, berdoa, dan ibadah lainnya.karna itu, bangsa ini membanggun kuil-kuil besar untuk melaksanakan ritual keagamaan terhadap para dewa.

Masyarakat Romawi meyakini ramalan. Mempercayai ayam suci dan tatacara menyantapnya, begitu juga hati binatang, baik bentuk maupun warnanya. Tempat-tempat penyembelihan hewan dibangun disamping tembok rumah mereka. Dalam hal pengobaran api abadi, para pemuka agama memegang kendali. Menyerahkan keamanan dan penjagaan rumah kepada Dewa Jenus, Dewa Cahaya dan Keselamatan. Kuil merupakan tempat penyembahan terhadap dewa mereka.

Kemudian terjadilah pencampuran antara kepercayaan Yunani dan Romawi. Hal tersebut dapat dilihat pada mayoritas bangsa Romawi yang terpengaruh bangsa Yunani. Dewa-dewa Romawi adalah cerminan dari dewa-dewa Yunani. Perbedaannya hanya dalam hal nama saja.

  1. Jupiter – Zeus
  2. Mars – Ares
  3. Yuno – Hera
  4. Minerva – Athena
  5. Venus – Aprodhite

 

Masyarakat mengadopsi hal tersebut berdasarkan cerita mitologi Yunani, bukan dari imajinasi mereka. Selain itu diyakina bahwa ajaran dan filsafat Socrates dan yang lainnya telah memengaruhi mereka sehingga bangsa Romawi selalu menganggap mudah berbagai urusan.

Berikut ini adalah urutan nama-nama dewa Romawi:

1)      Jupiter (raja dewa-dewa)

2)      Bacchus (dewa anggur)

3)      Diana (dewi perburuan)

4)      Yuno (ratu para dewa/dewi rumah tangga)

5)      Mars (dewa perang)

6)      Mercury (dewa utusan)

7)      Minerva (dewi pengetahuan)

8)      Neptune(dewa laut)

9)      Venus (dewi cinta dan kecantikan)

10)  Apollo

11)  Ceres

12)  Vesta

13)  Kupido (dewa romantisme dan cinta)

14)  Pluto (raja dunia bawah)

15)  Proserpine ( ratu dunia bawah)

16)  Saturnus (dewa pertanian)

17)  Vulkan, dewa api dan pandai besi.

 

Selain itu masyarakat yunani mempercayai bahwa Hercules keturunan dewa berwujud manusia. Dia adalah orang yang paling berjiwa patriot dikalangan masyarakat Romawi. Selain dikultuskan dan diabadikan setelah kematiannya, dia sesekali disembah.

Tahun 456 SM, telah berlaku undang-undang tertulis pertama di Romawi The Law of The Twelve Tables. Masyarakat Romawi menyembah berhala hingga kedatangan agama Nasrani. Pada akhirnya, agama ini berhasil menggantikan posisi agama pagan. Hal tersebut terjadi setelah konflik keduanya berlangsung selama lebih dari 3 abad.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peradaban Yunani Kuno

PERADABAN YUNANI KUNO

 

Yunani merupakan salah satu pusat peradaban tertua di eropa. Yunani terletak di sekitar Laut Tengah yang sangat strategis dalam pelayaran. Peradaban Yunani lahir di lingkungan geografis yang sebenarnya tidak mendukung. Tanah Yunani tidak seperti Mesopotamia, Huang Ho, ataupun Mesir yang subur. Yunan merupakan tanah yang kering, dengan banyak benteng alam yang kuat berupa jurang-jurang yang terjal, gunung-gunung yang tinggi, serta pantai-pantai yang curam dan terjal. Hujan sangat jarang turun di Yunani. Bangsa Yunani terbentuk dari percampuran bangsa pendatang dari laut Kaspia dan dan penduduk asli yang terdiri dari petani. Yunani terletak di ujung tenggara di benua eropa.Sebagian besar kepulauan di laut aegea dan laut ionia. Bangsa Yunani terbentuk dari percampuran bangsa pendatang dari laut Kaspia dan dan penduduk asli yang terdiri dari petani. Mereka membentuk suatu kelompok – kelompok kota yang disebut Polis. Polis-polis yang terkenal adalah: Athena, Sparta dan Thebe. 

Letak geografis Yunani sekarang sama dengan Yunani kuno yang kita bahas. Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini: utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, timur adalah Laut Aegeia, selatan adalah Laut Tengah, dan barat adalah Laut Ionia. Sebagian besar wilayah Yunani bergunung-gunung sehingga antar wilayah terpisah antara satu dengan yang lain. Tiga puluh prosen daerahnya berupa daratan rendah yang terdapat di dekat laut dan terbentuk oleh endapan lumpur sungai. Sisanya berupa jazirah yaitu Peloponesos dan Attica. Gunung-gunung dan teluk-teluk di Yunani yang tak terhitung banyaknya pada waktu itu menghalangi komunikasi melalui darat. 

Lembah-lembah dan daratan rendah yang terpisah-pisah merupakan unit-unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami, dan menjadi pemisah kesatuan unit politik. Kesatuan politik itu disebut Polis atau Negara Kota (City State) yang wilayahnya meliputi kota itu sendiri dan daerah-daerah sekitarnya. Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya kurang subur. Di lereng pegunungan masyarakat dapat menanam gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang subur maka para petani (disebut Colonus) meninggalkan negerinya dan mendirikan daerah koloni di sekitar Yunani. Daerah koloni Yunani antara lain terdapat di Italia Selatan, Mesir, Palestina dan Asia Kecil (Turki sekarang). Selain kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah.

 

 

Gambar: Peta Yunani Kuno

A. AWAL PERADABAN

Perkembangan peradaban Yunani kuno dimulai dari perkembangan peradaban mayarakat di pulau Kreta. Pulau Kreta terletak didaerah perairan laut tengah bagian timur. Letaknya sangat strategis, sehingga menjadi pusat aktivitas didaerah perairan laut tengah bagian timur. Pulau Kreta merupakan daerah penghubung antara daerah-daerah pusat perdagangan dipulau Sicilia, Mesir, Pantai Levant, Bizantium dan Yunni. Sumber-sumber berita tentang sejarah kerajaan Kreta ini diperoleh antara lain dari syair-syair pujangga Homerus terutama dalam kitab Illyas dan Odyssea, cerita-cerita rakyat di Yunani yang lebih bersifat mitologi, hasil-hasil penggalian arkeologi yang menemukan sisa-sisa bangunan kota kuno seperti ibu kota Knossos.

 

Gambar: Pulau Kreta

Pulau Kreta terletak dipersimpangan jalan pelayaran antara Mesir dan Yunani, serta antara daerah-daerah Italia dan Punisia. Masyarakat pulau Kreta adalah Masyarakat maritim dengan kehidupan pokok berdagang dan berlayar dilaut tengah. Masyarakat pulau Kreta telah mengenal bentuk tulisan yang disebut dengan tulisan Minos. Nama minis berasal dari dari nama seorang Raja besar dari kerajaan ini, yaitu Raja Minos. Namun, tulisan Minos ampai sekarang belum berhasil dibaca sehingga sejarah kerajaan pulau Kreta belum terungkap dengan jelas. Kepercayaan masyarakat Kreta bersifat Polytheisme dan memuja kekuatan-kekuatan alam. Dewa tidak berfungsi seagai pencipta malapetaka, tetapi berfungsi sebagai pelindung dan pemberi berkah. Pada abad ke-15 SM, kerajaan pulau Kreta mengalami keruntuhan karena mundurnya perdagangan, lepasnya daerah-daerah koloni, akibat bencana alam. Akan tetapi, sejak abad ke-15 SM (1500 SM) terjadi invasi dan gelombang penyerbuan bangsa- bangsa Indo-Jerman dari asia tengah memasuki daerah semenanjung Yunani dan akhirnya merebut Pulau Kreta.

 

B. PERIODE PERKEMBANGAN PERADABAN YUNANI 

Secara umum perkembangan Yunani dapat dibagi menjadi 4 periode, yaitu sebagai berikut :

  1. Fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung antara 1000-800 SM.
  2. Fase ekspansi negara-negara kota atau fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi polis-polis Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, sedangkan ke arah Timur sampai ke Asia Kecil (Troya).
  3. Masa kejayaan polis-polis Yunani (600-400SM).
  4. Masa Keruntuhan Yunani (400-300 SM), tetapi kebudayaan Yunani berkembang di luar daerah Yunani itu sendiri.

 

Selama periode Kalsik (Abad ke 5 SM), Yunani terdiri dari daerah-daerah bagian kecil dan besar dalam bermacam-macam bentuk internasional (sederhana, federasi, federal, konfederasi) dan bentuk-bentuk internal (kekerajaan, tirani, oligarkhi, demokrasi konstitusional, dan lain-lain) yang paling terkenal ialah Athena, diikuti oleh Sparta dan Thebes. Sebuah semangat kebebasan dan kasih yang membara membuat bangsa Yunani dapat mengalahkan bangsa Persia, adikuasa pada saat itu, didalam peperangan yang terkenal dalam sejarah kemanusiaan- Marathon, Termopylae, Salamis dan Plataea.

Pada paruh kedua abad ke 4 SM, banyak daerah-daerah bagian di Yunani membentuk sebuah Aliansi (Cœnon of Corinth) yang dipimpin oleh Alexander Agung sebagai Presiden dan Panglima (Kaisar) dari Aliansi, Raja dari Macedonia menyatakan perang dengan Persia, membebaskan saudara-saudara mereka yang terjajah, Ionian, dan menguasai daerah-daerah yang diketahui selanjutnya. Menghasilkan sebuah masyarakat yang berkebudayaan Yunani mulai dari India Utara sampai Laut Tengah barat dan dari Rusia Selatan sampai Sudan.

C. HUKUM DAN PEMERINTAHAN YUNANI

Antara wilayah- wilayah di Yunani tersebut sulit untuk berhubungan yang disebabkan oleh alam yang berbukit-bukit, sehingga jadilah kota-kota yang disebut Polis. Ada dua polis yang terkenal:

  1. 1.      Athena
    Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Athena banyak menghasilkan para filosof yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia hingga dewasa ini. Para Filosof itu antara lain sebagai berikut:
    1. Thales

 

Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales berpendapat bahwa bumi ini berasal dari air.

b. Anaximander

 

Dia berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari.

c. Anaximenes

 

Dia berpendapat bahwa bahan pembentuk alam adalah udara.

d. Pytagoras

 

Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Pytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tentang bilangan, kita akan memahami tentang kenyataan.

e. Heraclitus

 

Dia adalah seorang filosof mengembangkan pemikiran tentang logika.

f. Parmenindes

 

Filosof ini mengemukakan pentingnya logika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

g. Hippocartus

 

Dia adalah seorang filosof yang ahli dalam bidang kedokteran.

h. Socrates

 

Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logikasebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agarmanusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atausalah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak mudayang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minumracun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etikamasyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewayang disembah masyarakat.

i.Plato

 

Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku,salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikantentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila manusia bekerjadengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato jugamendirikan pusat pendidikan bernama Academus.

 

 

j. Aristoteles

 

Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi danketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Floradan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatnegaraan, iaberpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik.Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia.

 

Lahirnya tradisi intelektual dari bangsa Yunani disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :

  • Faktor geografis dari Yunani bergunung-gunung dan tidak subur. Hal ini memacu para penduduknya untuk berpikir dan berkreasi agar mampu bertahan hidup.
  • Orang Yunani membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain seperti Mesir, Babylonia, dan yang lainnya, sehingga terjadi tukar-menukar pengetahuan.
  • Penduduk Yunani memiliki hak otonomi kemerdekaan dan kemakmuran di bidang ekonomi, sehingga mereka lebih berkonsentrasi untuk menumbuhkembangkan pengetahuan.
  • Bangsa Yunani menghargai logika dan cara berpikir yang rasional.
  • Bangsa Yunani selalu terlibat aktif dalam urusan politik, ekonomi, dan sosial. Hal itu membuat mereka selalu berusaha untuk mencari pemecahan dalam setiap masalah yang muncul.

 

  1. 2.      Sparta

Pemerintahan Sparta didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara. Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila di Yunani selalu terjadi peperangan di antara sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali.

Perang Persia – Yunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai dan terpaksa harus pulang kembali. Perang Persia – Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan. Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu.

Pada tahun 448 SM diadakan perdamaian antara Yunani dan Persia. Dengan menangnya Yunani atas Persia, maka hal ini membuat kemajuan, seperti pada kesenian dan ilmu pengetahuan serta adanya filosof-filosof. Hal ini membuat Sparta iri sehingga terjadi perang Peloponessos yang membuat Athena kalah sehingga membuat yunani terpecah-pecah. Dengan lemahnya Yunani membuat mudahnya Yunani ditaklukkan oleh kerajaan Macedonia di bawah pimpinan Philipus pada 338 SM.

Perjuangan Philipus untuk menguasai Persia diteruskan anaknya Alexander Agung (336-323 SM) dan ia berhasil menguasai Tunisia, Palestina, Mesir, dan di Mesir mendirikan kota yang bernama Iskandariyah. Niatnya menguasai India tak terkabul karena prajuritnya yang tidak mematuhi perintahnya. Setelah Iskandar meninggal, maka kerajaannya terpisah-pisah menjadi Kerajaan Macedonia, Kerajaan Syria (Jenderal Seuleueos) dan Kerajaan Mesir (Jenderal Ptelomeus).

D. PENINGGALAN-PENINGGALAN YUNANI KUNO

1. Seni Sastra

Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat Kuda Troya atas ide raja Odysseus. 

 

Gambar: Kuda Troya

Kuda Troya merupakan sebuah kuda kayu raksasa yang di dalamnya digunakan untuk bersembunyi tentara Yunani. Kuda tersebut diletakkan di luar benteng kota Troya. Orang Troya tertipu, kuda kayu dikira hadiah lalu ditarik ke dalam benteng. Ketika dibuka tentara Yunani berhamburan dan menyerang secara mendadak. Sementara itu armada yang berpura-pura meninggalkan Troya datang kembali ikut menyerbu. Sehingga pasukan Troya mengalami kekalahan. Kitab Odysseia mengisahkan tentang pengembaraan Odysseus sepulang dari Troya. Karena isterinya yang bernama Penelope menikah lagi maka puteranya yang bernama Telemachos menyusulnya mengembara. 

 

Gambar: Homerus

Bagi bangsa Yunani kisah Illias dan Odysseia ini menjadi salah satu kebanggaan dan alat pemersatu bangsa Yunani.

2. Seni Bangunan dan Seni Pahat

Pada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus. Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain Pada masa pemerintahan Perikles seni bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan. Di bukit Acropolis berdiri megah kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat patung dewi Palas Athena. Di bukit Olympus dibangun kuil untuk dewa Zeus yang disebut kuil Altis.Di daerah koloni Yunani juga dibangun kuil misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Milate dan lain-lain. Teater adalah panggung di lapangan terbuka untuk pementasan misalnyakomedi. Penonton duduk di bangku-bangku yang terbuat dari batu. Bagiorang Yunani, teater merupakan bagian pendidikan dan setiap orangdianjurkan untuk menonton.

 

Gambar: Kuil Parthenon

 

3.Filsafat
      Filsafat: Seperti ilmu fikir (logika), ilmu alam (physica), ilmu kesusilaan (Ethica), dan ilmu negara (politica). Seperti sudah disinggung pada uraian pemerintahan Yunani,ternyata polis Athena melahirkan banyak ahli pikir yang mewariskan pengetahuannya bagi umat manusia. Beberapa filusuf yang banyak mencetuskan ilmu pengetahuannya antara lain yaitu Socrates (469-399 SM), Plato (427-347 SM), dan Aristoteles (384-322 SM).

4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Bangsa yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Beberapa ilmuwan yang terkenal antara lain Pythagoras, Thucydides, Archimedes, Thales, Analisagoras, Democritus, Euclid, Herodotus, dan Hipocrates. Pada waktu itu mereka sudah mampu membuat teknologi-teknologi yang canggih seperti:

  • Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut tengah dan menghubungkan daratan yunani dengan daerah-daerah pantai timur pulau sicilia.
  • Membuat barang-barang dari tanah liat.
  • Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil zeus, kuil partenon dan gedung teater raksasa.
  • Mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka ragam dan dihiasi dengan indah.
  • Menghasilkan karya-karya benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat perang

Agama Yunani Kuno

  1. Sejarah dan Perkembangan Yunani Kuno

 

Yunani Kuno merupakan peradaban dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani Arkais pada abad ke-8 sampai ke-6. Yunani merupakan salah satu pusat peradaban tertua di Eropa. Yunani terletak di sekitar Laut Tengah yang sangat strategis dalam pelayaran. Peradaban Yunani lahir di lingkungan geografis yang sebenarnya tidak mendukung. Tanah Yunani tidak seperti Mesopotamia, Huang Ho, ataupun Mesir yang subur. Yunani merupakan tanah yang kering, dengan banyak benteng alam yang kuat berupa jurang-jurang yang terjal, gunung-gunung yang tinggi, serta pantai-pantai yang curam dan terjal. Hujan sangat jarang turun di Yunani. Bangsa Yunani terbentuk dari percampuran bangsa pendatang dari Laut Kaspia dan dan penduduk asli yang terdiri dari petani. Yunani terletak di ujung tenggara di Benua Eropa.Sebagian besar kepulauan di laut aegea dan laut Ionia. Bangsa Yunani terbentuk dari percampuran bangsa pendatang dari laut Kaspia dan dan penduduk asli yang terdiri dari petani. Mereka membentuk suatu kelompok-kelompok kota (Polis). Polis-polis yang terkenal adalah: Athena, Sparta dan Thebe. 

Secara Geografis, Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini: utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, timur adalah Laut Aegeia, selatan adalah Laut Tengah, dan barat adalah Laut Ionia. Sebagian besar wilayah Yunani bergunung-gunung sehingga antar wilayah terpisah antara satu dengan yang lain. Tiga puluh prosen daerahnya berupa daratan rendah yang terdapat di dekat laut dan terbentuk oleh endapan lumpur sungai. Sisanya berupa jazirah yaitu Peloponesos dan Attica. Gunung-gunung dan teluk-teluk di Yunani yang tak terhitung banyaknya pada waktu itu menghalangi komunikasi melalui darat. 

Lembah-lembah dan daratan rendah yang terpisah-pisah merupakan unit-unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami, dan menjadi pemisah kesatuan unit politik. Kesatuan politik itu disebut Polis atau Negara Kota (City State) yang wilayahnya meliputi kota itu sendiri dan daerah-daerah sekitarnya. Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya kurang subur. Di lereng pegunungan masyarakat dapat menanam gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang subur maka para petani (disebut Colonus) meninggalkan negerinya dan mendirikan daerah koloni di sekitar Yunani. Daerah koloni Yunani antara lain terdapat di Italia Selatan, Mesir, Palestina dan Asia Kecil (Turki sekarang). Selain kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah.

 

  1. A.    Awal Peradaban

Perkembangan peradaban Yunani kuno dimulai dari perkembangan peradaban mayarakat di Pulau Kreta. Pulau Kreta terletak di daerah perairan laut tengah bagian timur. Letaknya sangat strategis, sehingga menjadi pusat aktivitas di daerah perairan Laut Tengah bagian timur. Pulau Kreta merupakan daerah penghubung antara daerah-daerah pusat perdagangan dipulau Sicilia, Mesir, Pantai Levant, Bizantium dan Yunni. Sumber-sumber berita tentang sejarah kerajaan Kreta ini diperoleh antara lain dari syair-syair pujangga Homerus terutama dalam kitab Illyas dan Odyssea, cerita-cerita rakyat di Yunani yang lebih bersifat mitologi, hasil-hasil penggalian arkeologi yang menemukan sisa-sisa bangunan kota kuno seperti ibu kota Knossos.

Pulau Kreta terletak dipersimpangan jalan pelayaran antara Mesir dan Yunani, serta antara daerah-daerah Italia dan Punisia. Masyarakat pulau Kreta adalah Masyarakat maritim dengan kehidupan pokok berdagang dan berlayar dilaut tengah. Masyarakat pulau Kreta telah mengenal bentuk tulisan yang disebut dengan tulisan Minos. Nama minis berasal dari dari nama seorang Raja besar dari kerajaan ini, yaitu Raja Minos. Namun, tulisan Minos ampai sekarang belum berhasil dibaca sehingga sejarah kerajaan pulau Kreta belum terungkap dengan jelas. Kepercayaan masyarakat Kreta bersifat Polytheisme dan memuja kekuatan-kekuatan alam. Dewa tidak berfungsi seagai pencipta malapetaka, tetapi berfungsi sebagai pelindung dan pemberi berkah. Pada abad ke-15 SM, kerajaan pulau Kreta mengalami keruntuhan karena mundurnya perdagangan, lepasnya daerah-daerah koloni, akibat bencana alam. Akan tetapi, sejak abad ke-15 SM (1500 SM) terjadi invasi dan gelombang penyerbuan bangsa- bangsa Indo-Jerman dari asia tengah memasuki daerah semenanjung Yunani dan akhirnya merebut Pulau Kreta.

 

  1. B.     Periode Perkembangan Peradaban Yunani 

Secara umum perkembangan Yunani dapat dibagi menjadi 4 periode, yaitu sebagai berikut :

  1. Fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung antara 1000-800 SM.
  2. Fase ekspansi negara-negara kota atau fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi polis-polis Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, sedangkan ke arah Timur sampai ke Asia Kecil (Troya).
  3. Masa kejayaan polis-polis Yunani (600-400SM).
  4. Masa Keruntuhan Yunani (400-300 SM), tetapi kebudayaan Yunani berkembang di luar daerah Yunani itu sendiri.

Selama periode Kalsik (Abad ke 5 SM), Yunani terdiri dari daerah-daerah bagian kecil dan besar dalam bermacam-macam bentuk internasional (sederhana, federasi, federal, konfederasi) dan bentuk-bentuk internal (kekerajaan, tirani, oligarkhi, demokrasi konstitusional, dan lain-lain) yang paling terkenal ialah Athena, diikuti oleh Sparta dan Thebes. Sebuah semangat kebebasan dan kasih yang membara membuat bangsa Yunani dapat mengalahkan bangsa Persia, adikuasa pada saat itu, didalam peperangan yang terkenal dalam sejarah kemanusiaan- Marathon, Termopylae, Salamis dan Plataea.

Pada paruh kedua abad ke 4 SM, banyak daerah-daerah bagian di Yunani membentuk sebuah Aliansi (Cœnon of Corinth) yang dipimpin oleh Alexander Agung sebagai Presiden dan Panglima (Kaisar) dari Aliansi, Raja dari Macedonia menyatakan perang dengan Persia, membebaskan saudara-saudara mereka yang terjajah, Ionian, dan menguasai daerah-daerah yang diketahui selanjutnya. Menghasilkan sebuah masyarakat yang berkebudayaan Yunani mulai dari India Utara sampai Laut Tengah barat dan dari Rusia Selatan sampai Sudan.

  1. Yunani Arkais

Periode Arkais dimulai pada abad ke-8 SM, ketika Yunani mulai bangkit dari Zaman Kegelapan yang ditandai dengan keruntuhan Mykenai. Pada periode ini terjadi perang Lelantin (710-650 SM) merupakan perang tertua. Konflik ini adalah pertikaian antar Polis (negara kota) Khalkis dan Eretria dalam memperebutkan tanah Lelantina yang subur di Euboia. Kedua kota itu menderita kemunduran akibat lamanya perang, meskipun Khalkis menjadi pemenangnya.

Pada paruh pertama abad ke-7 SM, terjadi ketegangan dibanyak negara polis akibat populasi yang bertambah dan berkurangnya lahan yang memicu perselisihan antara kaum kaya dan kaum miskin. Di Sparta terjadi Perang Messenia pada paruh kedua abad ke-8 SM.

  1. Yunani Klasik

Abad ke-5 SM, Athena dan Sparta bersekutu untuk menghadapi ancaman asing yang sangat kuat dan berbahaya, Kekaisaran Persia. Setelah menindas Pemberontakan Ionia, Kaisar Darius I dari Persia, Maharaja Kekaisaran Akheniyah memutuskan untuk menaklukan Yunani. Pada tahun 490 SM, Athena menang terhadap Persia dibawah pimpinannya kepemimpinan Miltiades Muda. Sparta berhasil melumpuhkan kekuatan militer Athena. Pada tahun 405 SM, terjadi perang Aigospotami dengan angkatan laut Athena berhasil dihancurkan pasukan Sparta dibawah pimpinan Lysandros. Tahun 404 SM, Athena dan Sparta melakukan perdamaian.

Abad ke-4 SM, Yunani dibawah hegemoni Sparta. Krisis demografi menyebabkan kekuasaan Sparta meluas sedangkan kemampuan mengelolanya terbatas. Pada tahun 395 SM terjadi Perang  Korinthios (395-387 SM), Athena, Argos,Thebes dan Korinthos menentang dominasi Sparta. Pertempuran Leuktra tahun 371 SM, Jendral Epaminondas dari Thebes berlangsung selama 16 tahun dengan kekalahan telak dipihak Sparta.

Melemahnya berbagai negara-negara kota di Yunani terjadi bersamaan dengan bangkitnya Makedonia yang dipimpin oleh Philippos II. Pertempuran Khaironeia tahun 338 SM, Philippos secara de facto menjadi hegemoni seluruh Yunani, kecuali Sparta. Serta menyerang Kekaisaran Akhemeniyah, akan tetapi ia dibunuh oleh Pausanias dari Orestis pada awal konflik.

Philippos dilanjutkan oleh Alexander Agung dengan mengalahkan Darius III dari Persia dan menghancurkan Kekaisaran Akhemeniyah. Alexander wafat pada 323 SM, dan pengaruh kekuasaan Yunani berada pada puncaknya.

  1. Yunani Hellenistik

Periode ini bermula pada 323 SM, dengan berakhirnya penaklukan Alexander dan diakhiri penaklukan Yunani oleh Republik Romawi pada 146 SM hingga bangkitnya Agama Kristen dengan runtuhnya kemerdekaan politik Yunani.

 

  1. C.    Hukum dan Pemerintahan Yunani

Antara wilayah-wilayah di Yunani tersebut sulit untuk berhubungan yang disebabkan oleh alam yang berbukit-bukit, sehingga jadilah kota-kota yang disebut Polis. Ada dua polis yang terkenal:

  1. 1.      Athena

Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Athena banyak menghasilkan para filosof yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia hingga dewasa ini. Para Filosof itu antara lain sebagai berikut:

  1. Thales, Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales berpendapat bahwa bumi ini berasal dari air.
  2. b.       Anaximander, Dia berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari.
  3. Anaximenes, Dia berpendapat bahwa bahan pembentuk alam adalah udara.
  4. Pytagoras, Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Pytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tentang bilangan, kita akan memahami tentang kenyataan.
  5. Heraclitus, Dia adalah seorang filosof mengembangkan pemikiran tentang logika.
  6. Parmenindes, Filosof ini mengemukakan pentingnya logika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
  7. Hippocartus, Dia adalah seorang filosof yang ahli dalam bidang kedokteran.
  8. Socrates,

Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agar manusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atausalah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak mudayang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minum racun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etikamasyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewayang disembah masyarakat.

  1. Plato, Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku,salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila manusia bekerjadengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato juga mendirikan pusat pendidikan bernama Academus.
  2. Aristoteles

Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Floradan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatnegaraan, ia berpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik. Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia.

Lahirnya tradisi intelektual dari bangsa Yunani disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :

a)      Faktor geografis dari Yunani bergunung-gunung dan tidak subur. Hal ini memacu para penduduknya untuk berpikir dan berkreasi agar mampu bertahan hidup.

b)      Orang Yunani membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain seperti Mesir, Babylonia, dan yang lainnya, sehingga terjadi tukar-menukar pengetahuan.

c)      Penduduk Yunani memiliki hak otonomi kemerdekaan dan kemakmuran di bidang ekonomi, sehingga mereka lebih berkonsentrasi untuk menumbuhkembangkan pengetahuan.

d)     Bangsa Yunani menghargai logika dan cara berpikir yang rasional.

e)      Bangsa Yunani selalu terlibat aktif dalam urusan politik, ekonomi, dan sosial. Hal itu membuat mereka selalu berusaha untuk mencari pemecahan dalam setiap masalah yang muncul.

  1. 2.      Sparta

Pemerintahan Sparta didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara. Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila di Yunani selalu terjadi peperangan di antara sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali.

Perang Persia – Yunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai dan terpaksa harus pulang kembali. Perang Persia – Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan. Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu.

Pada tahun 448 SM diadakan perdamaian antara Yunani dan Persia. Dengan menangnya Yunani atas Persia, maka hal ini membuat kemajuan, seperti pada kesenian dan ilmu pengetahuan serta adanya filosof-filosof. Hal ini membuat Sparta iri sehingga terjadi perang Peloponessos yang membuat Athena kalah sehingga membuat yunani terpecah-pecah. Dengan lemahnya Yunani membuat mudahnya Yunani ditaklukkan oleh kerajaan Macedonia di bawah pimpinan Philipus pada 338 SM.

Perjuangan Philipus untuk menguasai Persia diteruskan anaknya Alexander Agung (336-323 SM) dan ia berhasil menguasai Tunisia, Palestina, Mesir, dan di Mesir mendirikan kota yang bernama Iskandariyah. Niatnya menguasai India tak terkabul karena prajuritnya yang tidak mematuhi perintahnya. Setelah Iskandar meninggal, maka kerajaannya terpisah-pisah menjadi Kerajaan Macedonia, Kerajaan Syria (Jenderal Seuleueos) dan Kerajaan Mesir (Jenderal Ptelomeus).

 

  1. D.    Peninggalan-Peninggalan Yunani Kuno
    1. 1.      Seni Sastra

Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat Kuda Troya atas ide raja Odysseus. 

Kuda Troya merupakan sebuah kuda kayu raksasa yang di dalamnya digunakan untuk bersembunyi tentara Yunani. Kuda tersebut diletakkan di luar benteng kota Troya. Orang Troya tertipu, kuda kayu dikira hadiah lalu ditarik ke dalam benteng. Ketika dibuka tentara Yunani berhamburan dan menyerang secara mendadak. Sementara itu armada yang berpura-pura meninggalkan Troya datang kembali ikut menyerbu. Sehingga pasukan Troya mengalami kekalahan. Kitab Odysseia mengisahkan tentang pengembaraan Odysseus sepulang dari Troya. Karena isterinya yang bernama Penelope menikah lagi maka puteranya yang bernama Telemachos menyusulnya mengembara. 

Bagi bangsa Yunani kisah Illias dan Odysseia ini menjadi salah satu kebanggaan dan alat pemersatu bangsa Yunani.

  1. 2.      Seni Bangunan dan Seni Pahat

Pada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus. Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain Pada masa pemerintahan Perikles seni bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan. Di bukit Acropolis berdiri megah kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat patung dewi Palas Athena. Di bukit Olympus dibangun kuil untuk dewa Zeus yang disebut kuil Altis.Di daerah koloni Yunani juga dibangun kuil misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Milate dan lain-lain. Teater adalah panggung di lapangan terbuka untuk pementasan misalnyakomedi. Penonton duduk di bangku-bangku yang terbuat dari batu. Bagiorang Yunani, teater merupakan bagian pendidikan dan setiap orangdianjurkan untuk menonton.

  1. 3.      Filsafat

Filsafat: Seperti ilmu fikir (logika), ilmu alam (physica), ilmu kesusilaan (Ethica), dan ilmu negara (politica). Seperti sudah disinggung pada uraian pemerintahan Yunani,ternyata polis Athena melahirkan banyak ahli pikir yang mewariskan pengetahuannya bagi umat manusia. Beberapa filusuf yang banyak mencetuskan ilmu pengetahuannya antara lain yaitu Socrates (469-399 SM), Plato (427-347 SM), dan Aristoteles (384-322 SM).

  1. 4.      Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Bangsa Yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Beberapa ilmuwan yang terkenal antara lain Pythagoras, Thucydides, Archimedes, Thales, Analisagoras, Democritus, Euclid, Herodotus, dan Hipocrates. Pada waktu itu mereka sudah mampu membuat teknologi-teknologi yang canggih seperti:

a)      Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut tengah dan menghubungkan daratan yunani dengan daerah-daerah pantai timur pulau sicilia.

b)      Membuat barang-barang dari tanah liat.

c)      Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil zeus, kuil partenon dan gedung teater raksasa.

d)     Mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka ragam dan dihiasi dengan indah.

e)      Menghasilkan karya-karya benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat peran.

 

  1. Ajaran dan Praktek Keagamaan

Agama Yunani meliputi kumpulan kepercayaan dan ritual yang dipraktikkan di Yunani kuno baik dalam bentuk agama umum yang populer maupun praktik kultus. Kelompok yang berbeda ini cukup beragam untuk disebut agama-agama Yunani atau “kultus-kultts”, meskipun kebanyakan memiliki kesamaan. Pengaruh agama Yunani meluas pula sampai di luar Yunani. Banyak orang Yunani yang menyembah dewa dan dewi utama: ZeusPoseidonHadesApolloArtemisAfroditAresDionisosHefaistosAthenaHermes,DemeterHestia dan Hera meskipun filsafat semacam Stoikisme dan beberapa bentuk Platonisme menggunakan bahasa yang nampaknya menunjukkan dewa tunggal yang transenden. Kota-kota yang berbeda kadang menyembah dewa yang sama, kadang denganjulukan yang mencirikan mereka sesuai dengan keadaan lokal. Praktik keagamaan orang Yunani meluas sampai ke luar daratan utama Yunani, ke pesisir Ionia di Asia Kecil, ke Yunani Besar (Sisilia dan Italia selatan) dan ke koloni-kolon Yunani yang tersebar di Mediterania Barat, seperti misalnya di Massalia (Marseille). Agama Yunani dipengaruhi oleh kepercayaan dan kultus Etruska untuk kemudian membentuk banyak bagian dari agama Romawi Kuno.

Dewa Olimpus

Dewa Olimpus juga dikenal dengan sebutan Dodekatheon (12 dewa) dalam mitologi Yunani adalah dewa-dewi utama Yunani yang tinggal di puncak Gunung Olimpus. Ada sekitar 17 dewa-dewi yang dianggap 12 Dewa Olimpus walaupun jumlahnya tidak lebih dari dua belas dalam satu daftar.

Setiap dewa-dewi dalam mitologi Yunani memiliki setidaknya satu unsur yang dikuasai dan dilindunginya. Masing-masing unsur tersebut adalah:

  1. Zeus adalah pemimpin/raja para dewa, penguasa Olimpus, dewa iklim, dewa petir, dan cuaca.
  2. Hera, istri Zeus, ratu para dewa, adalah dewi pelindung pernikahan, pengorbanan dan kesetiaan.
  3. Poseidon adalah dewa laut,gempa bumi, dan bapak bangsa kuda.
  4. Ares adalah dewa perang dan pembantaian.
  5. Hermes adalah dewa penunjuk jalan, pelindung para petualang, penggembala, dan penghibur. Ia juga utusan dewa Zeus.
  6. Hefaistos adalah dewa api, tukang kayu, penempa besi dan pengrajin senjata.
  7. Afrodit adalah dewi cintaseks, dan keindahan fisik.
  8. Athena adalah dewi kebijaksanaan, perang, keindahan jiwaseni, dan pendidikan.
  9. Apollo adalah dewa matahari, cahayamusik, tarian, obat-obatan, dan pelindung para pemanah.
  10. Artemis adalah dewi bulan, pelindung hewan, perburuan, kesuburan, dan kesucian. Merupakan saudara kembar Apollo.
  11. Demeter adalah dewi bunga, tumbuh-tumbuhan, makanan, argraris ,dan pelindung perkawinan.
  12. Hestia adalah dewi pelindung rumahkeluarga, dan perapian.