Agama Romawi Kuno

AGAMA ROMAWI KUNO

 

  1. 1.      Sejarah dan Perkembangan Romawi Kuno

Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Sejarah berdirinya Kota Roma yang yang terletak di Lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus. 

Roma didirikan oleh dua orang kakak beradik, Romulus dan Remus, cucu raja Numitor. Saudara raja yang jahat, Amulius, memasukan kedua bersaudara yang masih bayi itu kesebuah keranjang lalu dibuang ke sungai Tiber. Tetapi mereka diselamatkan dan disusui oleh serigala betina. Mereka mendirikan Roma. Namun keduanya bertikai dan Remus terbunuh. Romulus kemudian menjadi raja yang pertama. Roma berhasil menundukkan bangsa-bangsa yang tinggal disekitarnya, baik dengan jalan kekerasan maupun jalan damai. Hingga akhirnya Roma berhasil menguasai seluruh Italia Tengah. 

Sebelumnya, sekitar tahun 492 SM, daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.

 

 

 

  1. a.      Periode Zaman Kerajaan (1000 – 510 SM)

Pada masa ini Semenanjung Apenina dihuni oleh bangsa pendatang dari Laut Kaspia sedangkan di bagian Selatan di huni oleh bangsa Funisia dan Yunani. Diantara mereka terjadi percampuran sehingga melahirkan bangsa Romawi.

Kota Roma didirikan menurut Vergilius dalam karyanya Aenens, kota Roma didirikan 1754 SM. Kota Roma didirikan oleh Romulus anak Aeneis dan Lavinia putri Latinus (Raja negeri Latinum) yang telah membunuh saudara kembarnya Remus.

Kerajaan Roma diperintah seorang raja yang merangkap sebagai panglima perang dan hakim tinggi. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja dibantu oleh Senat, yang terdiri 300 orang golongan patricier (bangsawan) dengan jabatannya seumur hidup dengan bertugas sebagai penasihat kerajaan. Roma menjadi negara Republik yang dikuasai kaum bangsawan (Aristokrasi).

 

  1. b.      Periode Zaman Republik (510 –31 SM)

Pada masa ini Roma berbentuk Republik yang pemerintahannya dijalankan oleh dua orang Konsul yang dipilih oleh rakyat yang bertugas mengendali pasukan, berhak menyatakan perang, menentukan jumlah pajak dan membuat aturan hukum. Kemudian dibentuk dewan yang terdiri :

1)      Senat, yaitu golongan bangsawan

2)      Dewan Perwakilan Rakyat, sebagian besar kaum bangsawan, hanya 4 orang golongan rakyat biasa. Dan 4 orang ini mempunyai Hak Veto. Sering terjadinya pertentangan antara mereka, sehingga golongan rakyat mengungsi ke pegunungan. Hal ini menyebabkan golongan bangsawan menderita. Akibatnya golongan rakyat dipanggil dan diadakan perundingan sehingga menghasilkan kesepakatan persamaan hak yang dituangkan dalam “Twaalftafelenwet” yaitu 12 meja batu undang-undang.

 

 

 

  1. c.       Periode Zaman Kekaisaran (31 SM – 476 M)

Pada periode ini, bentuk pemerintahan Romawi berubah menjadi monarkhi yang dipimpin oleh seorang kaisar. Kaisar-kaisar yang pernah memerintah adalah :

1)      Kaisar Octavianus dengan gelar Kaisar Agustus dan Princeps Civitas (warga tertinggi yang terpilih,yang adil dan bijaksana) adalah peletak dasar kekaisaran Romawi. Wilayahnya meliputi Afrika Utara, Asia Barat, dan sebagian besar Eropa.Kaisar Octavianus berkuasa hingga tahun 14 M. Hal penting yang ia wariskan adalah dimulainya penanggalan Masehi yang bertepatan dengan lahirnya Isa Al Masih.

2)      Kaisar Romawi berikutnya adalah Kaisar Nero (54-68 SM), Kaisar Nero terkenal sangat kejam dan membunuh para pemeluk agama Kristen.

3)      Kaisar Kaligula, terkenal kekejamannya

4)      Kaisar Vesvasianus (69-79 M), terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Yahudi di Palestina, sehingga bangsa Yahudi terusir dari negerinya dan menyebar ke penjuru dunia

5)      Kaisar Hardianus (117-138 M)

6)      Kaisar Konstantin Agung (306-337M)

7)      Kaisar Theodosius (378-395M).

 

Pada masa Theodosius Romawi dibagi menjadi dua, Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. Romawi Barat jatuh tahun 476 M. oleh Odoakar seorang panglima tentara sewaan Jerman, Romawi Timur jatuh tahun 1453 M. ke tangan Turki dan berubah menjadi Istambul.

Pada masa Gothik (100 – 1400 M), kebudayaan Romawi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Agama kristen. Agama Kristen atau Nasrani sebenarnya telah berkembang sejak zaman pemerintahan Tiberius. Agama ini disiarkan oleh Yesus (Isa) dari Nazareth, yang dilahirkan di Palestina. Agama Kristen ini berbeda dengan kepercayaan rakyat Romawi yang poltheis. Agama Nasrani memiliki kepercayaan monoteis. Dengan pertimbangan-pertimbangan politik dan kemanan negara, Tiberius menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus pada tahun 33 M. Tetapi kematian Yesus ini tidak berarti Agama Kristen lenyap dari kehidupan masyarakat Romawi.

Setelah Yesus atau Nabi Isa disalib dibukit Gologota, Agama Kristen berkembang sampai Mesir, Syria, Asia Kecil, dan ke Roma. Hampir selama tiga abad para pengikut Agama Kristen dalam ketakutan dan pengejaran oleh penguasa Roma. Pada tahun 395 SM. Agama Kristen ditetapkan sebagai agama negara. Dari masyarakat pemeluknya lambat laun timbul suatu bentuk kelompok kegerejaan yang disusun menurut organisasi-organisasi yang ada di Imperium Romanum (penguasa Roma). 

Periode Gothik, seni Kristen mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh perpindahan pemerintahan dari Konsatantinopel ke Byzantium. Kekaisaran romawi mengalami perpecahan menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat mengalami keruntuhan tahun 335 M. 

Ketika penguasa Roma masih memusuhi para pengikut Agama Kristen, di Roma sendiri secara sembuyi-sembunyi berkembang seni Katamba. Sejak saat itulah lahir seni Katakomba yang meruapakan tanda lahirnya seni kristen awal. Katakomba sendiri merupakan kuburan-kuburan bawah tanah. 

Ketika gereja mengalami kemerdekaan kembali pada abad ke-4, kemudian Agama Kristen dijadikan agama resmi, mulailah perkembangan seni banguan gereja. Pada masa itu, para arsitek membangun gereja dengan menggunakan konsep dasar seni bangunan Basilika bangsa Romawi, yaitu suatu bangunan untuk pertemuan-pertemuan umum berbentuk persegi panjang. Perkembangan selanjutnya adalah bagunan gereja dengan menara lonceng pada bad ke-6. Seperti gereja St.Andrea di Mantua dan gereja St.Novella di Feirence.

 

 

 

  1. A.     Kemajuan Kebudayaan Romawi Kuno

Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan Yunani dan Etrusia, tanpa ada unsur-unsur dari kebudayaan Romawi sendiri.

Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. 

Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.

Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.

Masyarakat Romawi selalu menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olah raga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan di atas, juga terdapat bangunan kuil untuk persemayam dewa.

Kuil-kuil berukuran besar, antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tiang-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.

Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Keahlian ini merupakan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium yang dilengkapi dengan altar.

Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Kegiatan melukis pada dinding-dinding rumah yang dilakukan oleh orang-orang Romawi ternyata meniru kebiasaan bangsa Yunani.

Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk kekaisaran dalam bidang seni, apabila pada masa republik pendukung seni budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak kaisar Agustus, seni budaya lebih cenderung menjadi seni kuno yang berkiblat pada Yunani. Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi terbiasa meninggalkan berupa bangunan monument sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara.

 

  1. B.     Peninggalan Peradaban Yunani Kuno
    1. Kuil Zeus yang didirikan di Olympia.
    2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (Syria)
    3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk gereja.
    4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM., merupakan bangunan yang berupa makam yang indah. Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai dengan berbagai ornamen yang indah.
    5. Teater di Pompeii, Solona, dan Asperados.
    6. Amphiteater, merupakan perpaduan dua buah teater yang dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua. 
    7. Thermen, Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair panah, berair hangat dan dingin.
    8. Insulae, bangunan apartemen (Insulae) yang terdapat di kota-kota besar. Pada awalnya insulae dibangun dari kayu dan terdiri dari tiga atau empat lantai. Kemudian, karena kayu mudah terbakar, insulae pun dibangun dari batu bata.
    9. Istana Emas Nero, Setelah terjadi Kebakaran Besar di kota Roma tahun 64 SM, banyak lahan-lahan yang menjadi kosong. Kaisar Nero memanfaatkan lahan-lahan kosong itu untuk membangun sebuah istana di pusat kota Roma. Dia menyebutnya Istana Emas (Domus Aurea). Istana Emas digambarkan oleh Suetonius dalam tulisannya. Kini reruntuhan Istana Emas sudah berhasil digali. Istana Emas adalah bangunan yang sangat mewah. Di dalamnya ada ruang makan berdinding delapan dengan atap berlukiskan bulan dan bintang. Di depan Istana Emas, ada patung kaisar Nero yang dilapisi emas (Colossus).
    10. Tiang Marcus Aurelius, Tiang dibangun oleh Commodus sekitar tahun 180-190 M. untuk mengabadikan kemenangan ayahnya, Kaisar Marcus Aurelius, dalam perang melawan suku Marcommani di utara Romawi (Swiss modern).
    11. Akuaduk, saluran air dari batu yang sangat panjang dan digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat sampai ke kota. Bangunan ini disebut Akuaduk, dari kata aqua (air) dan ductus (saluran).
    12. Plengkung Titus, dibangun di ujung Forum Romawi pada tahun 80-an M. untuk mengenang kemenangan kaisar Titus dalam perang melawan kaum Yahudi di Israel. Pelengkung ini dibuat dari marmer dan travertin.
    13. Basilika Maxentius, bangunan terakhir yang dibangun di Forum Romawi sebelum kejatuhan Romawi. Basilika ini dibangun oleh kaisar Maxentius pada awal tahun 300-an M, dan merupakan tempat pertemuan yang besar. Di sana para pejabat melakukan pengadilan atau mengadakan musyawarah. Basilika ini memiliki dinding dan atap berkubah yang dibangun dari batu bata dan beton.

 

  • Hasil Kebudayaan Romawi

1)      Nama-nama bulan:

a)      Januari = Jenus yaitu dewa bermuka dua,

b)      Februari = Februa yaitu pesta makan menyambut tahun baru dan angka-angka Romawi

c)      September = Septe yang berarti 7

d)     Oktober =Okto yang berarti 8.

e)      Pada jaman yulius Caesar urutan bulan diubah karena dia ingin memasukan namanya yaitu Juli = 7,

f)       Begitu juga masa Octavianus, Agustus = 8. Hal ini menyebabkan kacaulah urutan bulan.

2)      Organisasi Negara dan Kemiliteran, pendidikan, kesenian, filsafat ilmu pengetahuan, dan hukum (Codex Justinianus)

 

  1. 2.      Ajaran dan Praktek Keagamaan Romawi Kuno

Pada awalnya, Bangsa Romawi menganut paham animisme dengan menyembah terhadap roh-roh leluhur mereka. Sekarang kepercayaan mereka menjadi politeisme dengan menyembah banyak dewa. Mereka menjadikan setiap Tuhan sebagai maifestasi kehidupan dan wujud yang memiliki kekuatan di luar alam pikiran normal (supranatural). Para tuhan atau Dewa membantu orang-orang yang beribadah kepada mereka dengan bersembahyang, berdoa, dan ibadah lainnya.karna itu, bangsa ini membanggun kuil-kuil besar untuk melaksanakan ritual keagamaan terhadap para dewa.

Masyarakat Romawi meyakini ramalan. Mempercayai ayam suci dan tatacara menyantapnya, begitu juga hati binatang, baik bentuk maupun warnanya. Tempat-tempat penyembelihan hewan dibangun disamping tembok rumah mereka. Dalam hal pengobaran api abadi, para pemuka agama memegang kendali. Menyerahkan keamanan dan penjagaan rumah kepada Dewa Jenus, Dewa Cahaya dan Keselamatan. Kuil merupakan tempat penyembahan terhadap dewa mereka.

Kemudian terjadilah pencampuran antara kepercayaan Yunani dan Romawi. Hal tersebut dapat dilihat pada mayoritas bangsa Romawi yang terpengaruh bangsa Yunani. Dewa-dewa Romawi adalah cerminan dari dewa-dewa Yunani. Perbedaannya hanya dalam hal nama saja.

  1. Jupiter – Zeus
  2. Mars – Ares
  3. Yuno – Hera
  4. Minerva – Athena
  5. Venus – Aprodhite

 

Masyarakat mengadopsi hal tersebut berdasarkan cerita mitologi Yunani, bukan dari imajinasi mereka. Selain itu diyakina bahwa ajaran dan filsafat Socrates dan yang lainnya telah memengaruhi mereka sehingga bangsa Romawi selalu menganggap mudah berbagai urusan.

Berikut ini adalah urutan nama-nama dewa Romawi:

1)      Jupiter (raja dewa-dewa)

2)      Bacchus (dewa anggur)

3)      Diana (dewi perburuan)

4)      Yuno (ratu para dewa/dewi rumah tangga)

5)      Mars (dewa perang)

6)      Mercury (dewa utusan)

7)      Minerva (dewi pengetahuan)

8)      Neptune(dewa laut)

9)      Venus (dewi cinta dan kecantikan)

10)  Apollo

11)  Ceres

12)  Vesta

13)  Kupido (dewa romantisme dan cinta)

14)  Pluto (raja dunia bawah)

15)  Proserpine ( ratu dunia bawah)

16)  Saturnus (dewa pertanian)

17)  Vulkan, dewa api dan pandai besi.

 

Selain itu masyarakat yunani mempercayai bahwa Hercules keturunan dewa berwujud manusia. Dia adalah orang yang paling berjiwa patriot dikalangan masyarakat Romawi. Selain dikultuskan dan diabadikan setelah kematiannya, dia sesekali disembah.

Tahun 456 SM, telah berlaku undang-undang tertulis pertama di Romawi The Law of The Twelve Tables. Masyarakat Romawi menyembah berhala hingga kedatangan agama Nasrani. Pada akhirnya, agama ini berhasil menggantikan posisi agama pagan. Hal tersebut terjadi setelah konflik keduanya berlangsung selama lebih dari 3 abad.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s